Sekilas Psikologi

Psikologi sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan yang diperkenalkan oleh seorang tokoh dari Jerman (Wilhelm Wundt) sebenarnya berasal dari bidang ilmu Filsafat dan sangat berkaitan erat dengan Biologi (kedokteran) dan berkembang menjadi berbagai aliran yang memiliki cara pandang sendiri-sendiri.

  1. Aliran Psikoanalisa yang dipelopori oleh Freud adalah aliran Psikologi yang didasari oleh pemikiran Freud mengenai dinamina intra psikis manusia setelah beberapa sesi terapinya dengan individu-individu yang mengalami gangguan mental. Aliran Psikoanalisa dikembangkan lebih lanjut oleh Jung dan Adler, yang sering disebut dengan Psikofenomenologi.
  2. Aliran Behaviorisme yang dipelopori oleh Pavlov. Eksperimen Pavlov yang sangat terkenal di bidang psikologi dimulai ketika ia melakukan studi yang membuktikan bahwa subyek penelitiannya (seekor anjing) akan mengeluarkan air liur sebagai respons atas munculnya makanan. Ia kemudian mengeksplorasi fenomena ini dan kemudian mengembangkan satu studi perilaku (behavioral study) yang dikondisikan, yang dikenal dengan teori Classical Conditioning. Pendekatan behavioristik ini kemudian dikembangkan oleh Watson dan Skinner.
  3. Aliran Humanisme yang dipelopori yang lebih melihat pada upaya aktualisasi manusia.
  4. Aliran Cognitivism yang dipelopori oleh Piaget dan sekarang berkembang menjadi Constructism. Istilah-istilah populer yang diperkenalkan mulai dari IQ, CQ, SQ, AQ, sampai dengan MI oleh Gardner.

Sejarah Psikologi yang sudah cukup panjang, tidak berhenti hanya sampai di satu titik, melainkan terus berkembang sehingga menjadi seperti sekarang. Ke depannya, tidak menutup kemungkinan akan adanya perkembangan teori-teori baru, melengkapi teor-teori sebelumnya atau bahkan menyanggahnya. Apalagi dengan semakin pesatnya ilmu pengetahuan kedokteran yang menguak lebih lebar sebagian kemampuan manusia yang berkaitan dengan syaraf.

Jika di awalnya aliran Psikologi berkembang di dua kutub pandangan yang saling berlawanan, antara Psikoanalisa dengan Intra Psikisnya dan Behavioristik dengan Tubuh Mekanisnya, maka saat ini aliran Humanistik yang menggabungkan kedua aliran tersebut sudah berkembang pesat dengan lahirnya neurocognitivsm dalam aliran kognitif yang didukung oleh penemuan-penemuan di bidang neuro science.

Beberapa nama tokoh penting dalam aliran-aliran Psikologi tersebut adalah :

  1. Psikoanalisa (pendekatan intra psikis)

a. Freud dengan teori mengenai kesadaran dan ketidaksadarannya (Id, ego, dan superego)

b. Jung dengan teori ketidaksadarannya (ego, persona, dan collective unconciousness)

c. Adler dengan teorinya bahwa manusia selalu berusaha untuk menutupi kelemahan tubuhnya

  1. Behavioristik (pendekatan tubuh mekanis)

a. Ivan Pavlov dengan teori Classical Conditioning

b. Skinner dengan teori Operant Conditioning

c. Thorndike dengan teori Trial and Error dan beberapa hokum belajarnya.

  1. Humanistik (pendekatan memanusiakan manusia)

a. Maslow dengan teori hirarki kebutuhan yang puncaknya adalah aktualisasi diri, di mana seseorang akan mencapai penemuan jati diri, mekarnya potensi diri secara penuh, harmonisnya pribadi, dan dapat optimal produktifitasnya.

b. Carl Rogers dengan teori client centered dalam counseling

Catatan khusus : ada tokoh penting yang berada di antara, tidak tepat di dalam satu aliran tertentu, yaitu Albert Bandura dengan teori Belajar Sosial yang intinya ada di modelling.

Gambaran singkat mengenai inti pandangan dari masing-masing aliran besar tersebut adalah :

  1. Psikoanalisa, aliran ini memandang adanya pengaruh yang sangat kuat dari ketidaksadaran individu yang berasal dari dalam dirinya.
  2. Behavioristik, aliran ini memandang adanya pengaruh yang sangat kuat dari lingkungan atas perilaku yang disebabkan oleh adanya hukum stimulus – respon yang bersifat mekanis.
  3. Humanistik, aliran ini memandanga adanya pengaruh secara holistik (gestalt) terhadap individu, tidak bisa dipisah-pisah begitu saja. Misalnya dalam proses berpikir, dengan adanya stimulus dari luar maka otak (dalam hal ini syaraf-syaraf dalam otak) akan melakukan proses mulai dari penerimaan, persepsi, konsepsi, sampai dengan produk dari pikiran (tanggapan terhadap stimulus tersebut). Humanistik berkembang dalam waktu yang tidak lama sebelum aliran kognitif lahir.
  4. Kognitivisme, aliran ini benar-benar memfokuskan pandangan pada fungsi kognitif dalam pengaruhnya pada perilaku manusia. Teori ini berkembang pesat, terbukti dengan berkembangnya jenis-jenis kecerdasarn yang berhasil ditemukan dalam berbagai penelitian (mulai dari MI, EQ, sampai dengan SQ).
  5. Konstrukstivisme, aliran yang mempercayai bahwa individu membangun pengetahuan melalui interaksi dengan obyek, fenomena, pengalaman dan lingkungannya.

Walaupun masing-masing aliran tersebut berbeda pendapat, dan aliran yang satu lahir dari kritisi terhadap aliran sebelumnya, namun masing-masing aliran tersebut mempunyai kontribusinya masing-masing di dalam pendidikan.

Kuliah kali ini akan menggambarkan mengenai penerapan pandangan/prinsip-prinsip behavioristik dalam belajar.

Ivan Petrovich Pavlov adalah ilmuan dari Rusia yang mendapatkan Nobel atas hasil karyanya dalam penelitian mengenai perilaku anjing yang lemudian menghasilkan teori Classical Conditioning. Seekor anjing dibiarkan lapar, dimasukkan kedalam kandang tetapi diusahakan agar anjing itu dengan mudah dapat melihat peransang (makanan) yang diberikan oleh pencoba, yang diletakkan diluarkandang, dan diusahan agar air liur anjing yang keluar kalau ia meransang dapat ditampung dan diukur dengan teliti. Percobaan itu diulang disebuah kamar yang gelap, bersama dengan peransang makanan itu, si pencoba memancarkan seberkas cahaya terang. Anjing itu tetap bereaksi refleksif dengan air liurnya, dan ternyata liur itu sama banyak pula.

Ia kemudian mengeksplorasi fenomena ini dan kemudian mengembangkan satu studi perilaku (behavioral study) yang dikondisikan, yang dikenal dengan teori Classical Conditioning. Teori ini merupakan dasar bagi perkembangan aliran psikologi behaviourisme, sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi penelitian mengenai proses belajar dan pengembangan teori-teori tentang belajar.Menurut teori ini, ketika makanan (makanan disebut sebagai the unconditioned or unlearned stimulus – stimulus yang tidak dikondisikan atau tidak dipelajari) dipasangkan atau diikutsertakan dengan cahaya (disebut sebagai the conditioned or learned stimulus – stimulus yang dikondisikan atau dipelajari), maka cahaya akan menghasilkan respons yang sama, yaitu keluarnya air liur dari si anjing percobaan.

Singkatnya dapat dilihat dari diagram berikut :

a. Sebelum Conditioning :

Lampu/Cahaya (CS) à Air Liur tidak keluar (tidak mampu menghasilkan CR

Daging (US) à Air Liur keluar (CR)

b. Selama Conditioning :

Lampu/Cahaya (CS) à Daging (US) à Alir Liur keluar (US)

c. Setelah Conditioning :

Lampu/Cahaya (CS) à Alir Liur keluar (CR)

Faktor-faktor yang mengoptimalkan pengkondisian :

1. stimus netral harus mendahului stimulus yang tidak terkondisi

2. interval antar stimulus harus pendek

3. pemasangan stimulus netral dengan yang belum dikondisi harus sering diulang

4. stimulus netral harus tidak terjadi tanpa dipasangkan dengan stimulus tidak terkondisi

5. pengkondisian harus tergantung pada karakteristik biologis individu maupun pengalaman sebelumnya dengan stimulus netral (tidak terkait dengan nilai, bakat, maupun minat)


Beberapa contoh penerapan prinsip dasar aliran Behaviorisme dalam pendidikan :

1. Pengaruh dari lingkungan

  1. Berbagai prinsip matematika dituliskan di kertas dan ditempelkan di dinding
  2. Pembelajaran bahasa asing dengan menggunakan kasetm pembacaan cerita, ataupun dengan mendengarkan dialog-dialong langsung di sekitar individu
  3. Lingkungan/kondisi ruangan dokter gigi yang penuh dengan benda-benda tajam membangkitkan rasa takut pasien, bahkan sebelum mengetahui apa yang akan dilakukan oleh dokter.

2. Adanya Reward dan Punishment

  1. Diberlakukannya nilai jelek untuk kegagalan dalam suatu tugas
  2. Diberlakukannya hukuman berdiri pada siswa yang tidak dapat menjawab
  3. Diberlakukannya perjanjian untuk menyelesaikan tugas sampai selesai walaupun harus menunda waktu pulang

3. Pembiasaan/habituation

  1. buang sampah di tempatnya, memisahkan antara yang organik dan non organik
  2. berdo’a sebelum dan sesudah kegiatan
  3. mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
  4. pembacaan Pancasila dan Pembukaan UUD pada saat upacara
  5. menyanyikan lagu yang sama berulang kali untuk mengajarkan suatu materi/tema tertentu
  6. gerakan-gerakan rutin dalam melakukan ibadah keagamaan

salam, Yanti D.P.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: