Menjadi Seorang Ayah

tulisan ini … lagi-lagi saya kutip dari sebuah forum, yang dipostingkan oleh seseorang yang bernick name Izan (Mohammad Ihsan)

Semoga berguna …

Ayah masa kini berbeda dari ayah ‘jadul’ (zaman dulu). ”Harapan bagi para ayah di masa kini lebih besar ketimbang generasi-generasi sebelumnya,” kata Mark Bradenburg, coach keluarga dari Amerika Serikat.

Mengapa? Lelaki yang memberikan pelatihan pada para ayah ini menyebut, para ayah masa kini mendapat lebih banyak tanggung jawab di rumah, sementara tuntutan pekerjaan tetap tinggi. Bagi para ayah masa kini yang tentunya tetap sibuk bekerja di luar, Bradenburg memberikan tips menjadi ayah yang lebih efektif. Yakni, memberikan waktu berharga yang mereka miliki bersama dengan anak mereka. Berikut 10 tips yang disarankannya :

1. Pandanglah anak sebagai orang yang mampu
Banyak ayah yang melihat anak mereka ‘tak cukup baik’, selalu kurang. Anak Anda akan merasakan ini, dan mereka akan menjalani harapan itu. Semakin Anda menerima kemampuan yang mereka miliki, mereka akan semakin hebat!

2. Sediakan waktu untuk anak
Pekerjaan tak akan pernah berhenti mengalir. Tapi, Anda tak akan selalu mempunyai kesempatan bersama dengan anak. Cobalah melibatkan mereka dalam pekerjaan rumah tangga bersama Anda. Anak akan tahu bahwa mereka berharga bagi sang ayah. Yakni, dengan cara Anda melibatkan mereka dalam hari-hari Anda.

3. Gunakan disiplin dalam bentuk positif
Hukuman bukan alat disiplin yang mujarab. Cara pendisiplinan ini cenderung menciptakan lebih banyak perilaku yang ingin disingkirkan oleh orang tua. Gunakan konsekuensi alami dan logis. Misalnya, ”Jika kamu tak mengembalikan mainanmu di tempatnya, mainan itu akan dimasukkan dalam kantong, disimpan dan untuk sementara tak bisa dimainkan.” Berikan anak-anak pilihan. Metode pendisiplinan positif membantu anak belajar tentang tanggung jawab, sementara hukuman membantu mereka belajar tak menyukai Anda.

4. Jalinlah hubungan yang luar biasa baiknya dengan istri
Anda adalah role model utama bagi anak. Karena itu, Anda menjadi sumber informasi utama tentang bagaimana contoh berhubungan saling menyayangi dan hubungan timbal-balik yang efektif. Mereka melihat hubungan ayah-ibunya dari jarak sangat dekat dan belajar cara melakukannya.

5. Waspadalah pada kehidupan anak
Seberapa banyak Anda betul-betul tahu tentang anak Anda? Apakah Anda mengetahui harapan dan cita-cita mereka? Apakah Anda tahu apa saja yang bisa memberi inspirasi bagi mereka? Apakah Anda tahu nama teman-teman mereka? Apa yang mereka sukai dan tak sukai dari Anda? Jika ada hal yang tak Anda ketahui tentang anak, anak bisa menanyakan.

6. Dekatkan hati Anda
Peluk dan ciumlah anak Anda, dan biarkan mereka mendengar banyak kata ‘Ayah sayang kamu’. Dan, jangan lupa bergelut dengan mereka. Anak laki-laki dan perempuan bisa menerima manfaat dengan bergelut dengan yah mereka. Anak perlu melihat sisi fisik dan menyenangkan bersama ayah, tapi, mereka perlu juga melihat sisi lembut Anda.

7. Dengarkan anak dengan ‘sejatinya’
Letakkan koran dan tataplah mata anak ketika mereka bicara dengan Anda. Waspadai kecenderungan Anda untuk ‘menyaring’ apa yang dikatakannya. Refleksikan kembali apa yang Anda dengar dari mereka. Jika Anda ingin mereka mendengarkan Anda, Anda harus menunjukkan mereka caranya.

8. Evaluasi hubungan Anda dengan ayah Anda
Hubungan yang buruk dengan ayah sendiri akan berpengaruh pada kemampuan Anda untuk menjadi seorang ayah yang efektif. Adakah sesuatu yang ingin Anda katakan pada ayah Anda? Memaafkan ayah akan membantu Anda menjadi ayah dengan kemampuan terbaik yang Anda miliki.

9. Jangan lupakan diri sendiri
Sulit menjadi ayah yang baik dan merawat keluarga jika Anda tidak berbaik hati pada diri sendiri. Carilah cara untuk mengambil waktu santai, berolahraga, dan menurunkan tingkat stres. Gunakan teman dan keluarga untuk mendukung Anda –jangan menjadi sebuah ‘pulau’ dalam keluarga. Keluarga Anda pastilah menghargainya.

10. Salurkan amarah secara aman
Pria sering kali menghadapi waktu yang sulit dengan intensitas emosional yang ada dalam keluarga. Hasilnya sering dalam bentuk amarah yang meledak. Ini bisa menularkan kemarahan dalam diri anak, dan menciptakan siklus kemarahan. Buatlah penyelesaian dengan teknik relaksasi yang khusus yang membantu memadamkan amarah Anda. Ingatlah, satu episode buruk sedikit bisa berpengaruh pada anak untuk waktu yang lama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: