Rancangan Evaluasi Hasil Belajar Menggambar

Banyak anak berhenti menggambar jika mendapat komentar yang negatif akibatnya mereka takut untuk menggambar serta membuat mereka berkecil hati. Menurut Bartel “tidak ada standar absolute untuk hasil karya yang baik dan setiap anak mempunyai hasil pengamatan sendiri”. Tidak ada nilai A untuk karya terbaik sedangkan nilai terendah tidak berarti anak tidak mampu menggambar. Di sisi lain Bartel juga berpendapat bahwa “banyak membuat kesalahan membantu anak belajar dan mendapatkan ide baru. Kadangkala kesalahan dalam gambar menambah menarik dan ekspresif. Tipe kesalahan dapat membuat tantangan dan membangun ide kreatif atau sebaliknya mengacaukan”. Bartel berpendapat bahwa dalam memberikan penilaian pada hasil karya anak perlu diperhatikan :

  • Jangan mengharapkan gambar mereka sama dengan orang dewasa.
  • Jangan mengoreksi hasil karya mereka. Ini bisa mengurangi kepercayaan diri mereka juga kita perlu mendorong usaha mereka.
  • Tuntutan belajar dimotivasi dari keinginan anak. Bimbingan pada anak didasari oleh keinginan yang menarik perhatiannya dan positif terhadap usaha anak.
  • Jangan memberi buku mewarnai atau langkah-langkah projek yang merupakan stereotip desain dari anak lain.

Bentuk evaluasi yang dapat diberikan pada anak adalah evaluasi yang mengembangkan kreativitas dan percaya diri anak. Bartel menawarkan bentuk penilaian yang terbaik adalah :

  • Kuis. Kuis bertujuan mengingatkan kembali dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan singkat. Misalnya pola lingkaran bisa dilanjutkan menjadi bola, bulan, apel, muka kucing dsb.
  • Diskusi. Bertujuan mengetahui pemahaman anak pada situasi tertentu. Misalnya situasi di pagi hari bagaimana? Langit cerah, langit berwarna biru, pohon-pohon terlihat hijau, ada matahari, anak anak bermain dsb.
  • Menggambar dengan observasi. Bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak dalam menggambar dan mengetahui pemahaman mereka tentang unsur-unsur menggambar. Mereka menggambar menggunakan model. Misalnya Anak duduk melingkar, di tengah diletakkan boneka kelinci.

Rancangan evaluasi yang dipergunakan dalam pelajaran menggambar untuk anak usia 6 tahun ini adalah :

(1) Kuis

  • Bentuk lingkaran bisa dilanjutkan menjadi gambar apa?
  • Apakah bentuk dasar gambar kura-kura?
  • Siapa pernah datang ke kebun binatang? Ada apa di sana?
  • Siapa yang pernah ke puncak? Apa yang bisa dilihat di sana?

(2) Review

  • apakah warna langit, laut, gunung?
  • apakah warna daun selalu berwarna hijau?

(3) Menggambar dengan cara pengamatan (observasi).

  • Boneka kelinci di letakan di tengah-tengah lingkaran. “Amatilah boneka kelinci ini, buatlah sketsa, lalu warnailah”.
  • Membawa mereka ke halaman sekolah siswa diminta menggambar apa saja “Amatilah halaman sekolah, pilihlah bagian dari halaman sekolah yang menarik untukmu, lbuatlah sketsa, dan warnailah”

Adapun komponen-komponen yang dinilai :
1) Goresan
2) Kreativitas warna
3) Komposisi
4) Kreatifitas dan kesan keseluruhan
5) Kerapihan
6) Kesungguhan

Benedicta S.B. Widyandani

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: