Dimensi Perkembangan Anak Usia 5 tahun

Artikel 1 : Sosial emosi
Sumber artikel : Tabloid mingguan nakita, no. 198/TH.IV/18 Januari 2003

a. Fakta artikel : Anak menyukai humor

Kenapa anak menyukai humor?
Dua faktor yang mendorong anak menyukai humor
1. faktor internal, yaitu kebutuhan setiap manusia untuk merasa bahagia, senang dan terhibur/.
2. faktor eksternal, yaitu masyarakat pada umumnya memberi penghargaan positif pada kelucuan dan kejenakaan anak-anak

b. Karakteristik
Menurut Paul E McGhee dalam bukunya Playtime, perkembangan humor yaitu :
– Usia 10 bulan hingga 24 bulan, anak menunjukkan humor dengan melakukan tindakan yang berbeda terhadap objek. Contoh : memberi makan pada gagang telepon dengan menggunakan sendok
– Usia 2 hingga 4 tahun, humor semakin verbal. Contoh : ketika seorang anak melihat anjing, ia mengatakan “Lihat sapi itu.”
– Usia 3 hingga 6 tahun, anak menggunakan hal yang bertentangan untuk membalik atribut atau konsep yang tidak cocok. Anak juga suka menyusun kata yang mengandung rima ataupun kata yang tidak berarti. Ia juga sudah dapat mengapresiasi buku-buku lucu.
– Usia 6 tahun, mulai mencapai humor orang dewasa.

Sehingga anak usia 5 tahun berada dalam tahap humor yang semakin verbal

c. Saran-saran :

Kebutuhan anak usia 5 tahun Implementasi
– Anak butuh kesempatan dan dukungan untuk mengembangkan humornya
– Kebutuhan untuk dihargai – Membantu anak mengembangkan humornya, dengan cara menghargai humor atau kelucuan yang dilontarkannnya saat bermain. Memberi tahu anak tentang lelucon-lelucon yang pantas dikemukakan atau yang tidak selayaknya dilontarkan.

– Anak butuh media yang dapat membantu mengembangkan humornya – Menyediakan media-media yang dapat mengembangkan humor seperti komik kartun ataupun film

Dimensi Perkembangan Anak Usia 5 tahun

Artikel 2 : Kognitif
Sumber artikel : Tabloid mingguan nakita, no. 209/TH.IV/05 April 2003
a. Fakta artikel :
– Orang tua dan guru tidak sabar ketika mengenalkan lambang bilangan, anak langsung dikenalkan pada simbol sementara anak belum paham.
Kenapa?
Karena orang tua dan guru belum memahami kemampuan anak tersebut dan belum paham tentang cara mengenalkan matematika pada anak 5 tahun
– Menurut Dra. Psi. Nisfie MH Salanto, perkembangan berpikir dan kemampuan menalar setiap anak berbeda, sehingga cara mengajarkan (matematika) juga berbeda-beda.
– Menurut Dra. Psi. Nisfie MH Salanto, Anak TK masih dalam berpikir kongkret, dam mengenalkan matematika sebaiknya diawali dengan penanaman konsep

b. Karakteristik
Teori Piaget (Life-Span Development, jilid 1, hal 232 s.d 234)
– Kegagalan dalam tugas konservasi (tugas konservasi Piaget) merupakan tanda bahwa anak-anak berada dalam tahap praoperasional perkembangan kognitif (2-7 tahun).
– Anak berhasil dalam tugas konservasi (tugas konservasi Piaget) merupakan tanda bahwa anak-anak berada dalam tahap operasional kongkret perkembangan kognitif (7-11 tahun).

Anak usia 5 tahun berada dalam tahap praoperasional perkembangan kognitif
c. Saran-saran :

Kebutuhan anak usia 5 tahun Implementasi
– Anak TK masih dalam berpikir kongkret sehingga anak butuh pembelajaran yang menggunakan pendekatan kongkret – Penanaman konsep dimulai dari pengenalan konsep dasar seperti besar kecil menggunakan benda-benda nyata

– Bermain
– Kegiatan berpusat pada anak – Mengajak orang tua dan guru untuk mengenalkan matematika sambil bermain. Mengenalkan kemampuan berpikir balik, pemahaman ruang dan pemahaman sebab akibat sambil bermain. Misalnya dengan menyediakan beberapa kue, mengajak anak memindahkan kue (pemahaman ruang dan berpikir balik), berbagi kue (pemahaman sebab akibat), sekaligus konsep tambah kurang (contoh : diberi oleh temannya menjadi bertambah dan dimakan menjadi berkurang)
– Anak butuh media yang dapat membantunya mempelajari matematika – Orang tua dan guru dapat menggunakan benda-benda di sekitar untuk membantu anak mempelajari matematika
– Menyediakan media-media yang dapat mengembangkan kognitif anak

Dimensi Perkembangan Anak Usia 5 tahun

Artikel 3 : Bahasa
Sumber artikel : Tabloid mingguan nakita, no. 202/TH.IV/15 Februari 2003
a. Fakta artikel :
– Salah satu dampak positif dari permainan tamu-tamuan adalah berkembangnya kemampuan anak berkomunikasi dan bertambahnya perbendaharaan anak.

b. Karakteristik
Teori Vygotsky (Life-Span Development, jilid 1, hal 241)
– Bahasa dalam bentuknya yang paling awal adalah berbasis sosial
– Permainan anak memajukan perkembangan bahasa dan sosial mereka
Teori Froebel
– Menyediakan aktifitas yang mendukung anak untuk belajar apa yang siap mereka pelajari dan kapan mereka siap untuk belajar
– Pentingnya belajar melalui bermain

c. Saran-saran :

Kebutuhan anak usia 5 tahun Implementasi
– Bersosialisasi untuk mengembangkan kemampuan bahasanya – Memberikan kesempatan pada anak untuk bersosialisasi dengan orang disekitarnya.
– Bermain
– Kegiatan berpusat pada anak – Menyediakan ruang untuk anak bermain serta mainan-mainan pendukung seperti peralatan rumah tangga dan kostum.
– Orang tua dan guru dapat menjadi fasilitator dan sesekali ikut dalam permainan

Dimensi Perkembangan Anak Usia 5 tahun

Artikel 4 : Fisik Motorik
Sumber artikel : Tabloid mingguan nakita, no. 223/TH.V/12 Juli 2003
a. Fakta artikel :
– Permainan tradisional menjadikan anak lincah dan cekatan. Ini berarti perkembangan fisik motorik ke arah positif.

b. Karakteristik
Teori John Dewey
– Anak terlibat dalam kegiatan fisik, penggunaan benda-benda, pembelajaran dan interaksi sosial

c. Saran-saran :

Kebutuhan anak usia 5 tahun Implementasi
– Mengembangkan kemampuan fisik motoriknya – Orang tua diharapkan mengenalkan kegiatan-kegiatan melalui permainan-permainan yang melibatkan ketrampilan fisik
– Sesuatu yang baru – Orang tua mengenalkan mainan-mainan modern maupun tradisional. Misalnya untuk anak 5 tahun diajak bermain petak umpet, gebrak gunung, injit semut, domikado, lompat tali dan lain-lainnya

Wiratih Rahayu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: