Kunjungan Gesit ke Pasar Modern – Hypermart, Jakarta City Center

Rabu, 26 Maret 2008

Pukul 08.30 WIB, teman-teman Gesit berangkat ke Hypermart, Jakarta City Center dengan didampingi oleh lima orang kakak, menggunakan angkot. Wajah-wajah mungil itu terlihat antusias karena akan berkunjung ke salah satu pusat perbelanjaan.

Beberapa anak mengatakan bahwa mereka pernah berbelanja di pusat perbelanjaan tersebut bersama orang tua. Tepat pukul 09.00 WIB, saya dan teman-teman Gesit sampai di lokasi. Kami mulai berbaris sesuai dengan kelas masing-masing.

Jafar, teman saya yang berasal dari kelas Gesit 3 mengajukan diri untuk bertanya kepada salah seorang petugas keamanan mengenai lokasi pusat perbelanjaan yang akan kami tuju. Jafar bertanya “Kalo mau ke Hipelmalet di mana?” Petugas keamanan tersebut menjawab “Bisa masuk lewat dalam tapi harus naik turun tangga atau lewat luar, nanti belok kanan lalu belok kiri.” Jafar terlihat menganggukkan kepalanya. Setelah itu, dengan bimbingan salah seorang pembimbing, Jafar menyampaikan jawaban petugas keamanan tersebut kepada teman-teman Gesit lainnya.

Sekitar lima menit perjalanan, saya dan teman-teman sampai di depan Hypermart. Saya dan teman-teman Gesit kembali berbaris sambil menunggu Kakak dari Hypermart yang akan menjadi pemandu kami. Tak lama, datanglah Kak Ivo yang memberi salam kepada semua teman-teman Gesit.

Kak Ivo bertanya “Adik-adik dari TK mana?” Tidak ada satupun yang menjawab. Mungkin karena teman-teman Gesit bingung kali, ya…karena mereka tidak mengenal kata TK. Selain itu, nama sekolah mereka pun, tidak ada kata TK nya. Akhirnya, dengan bimbingan kakak-kakak, teman-teman Gesit menjawab “TK. Bintang Bangsaku.”

Kak Ivo mengatakan bahwa dirinya senang dikunjungi oleh teman-teman dari TK. Bintang Bangsaku dan dia ingin mengajak teman-teman berkeliling Hypermart. Selesai Kak Ivo menjelaskan, Aveline salah seorang teman dari kelas Gesit 3 bertanya “Di dalam boleh minum, ngga?” Kak Ivo menjawab “Tidak boleh, karena nanti kotor…kalau kotor kan jadi tidak indah.” Aveline menanggapi jawaban Kak Ivo dengan mengatakan “Iya.”

Lalu, kami semua mulai memasuki Hypermart. Kami, diajak berkeliling oleh Kak Ivo, melihat televisi, radio, baju, buku tulis, makanan, minuman, buah-buahan, dan roti. Kak Ivo memberitahu bahwa harga barang-barang yang ada di Hypermart tidak bisa ditawar, berbeda dengan pasar tradisional.

Selesai berkeliling, kami diminta untuk beristirahat dan ditawari minum sari buah. Teman-teman Gesit terlihat senang sekali menerima tawaran tersebut, bahkan ada yang minta tambah, lho minumannya. Mungkin haus karena habis berkeliling, ya. Selesai minum, Kak Ivo kembali mengajak kami berkeliling lalu kami kembali diminta berhenti di dekat tempat penjualan roti, di sana kami diminta untuk bernyanyi. Kami pun menyanyikan lagu “Bintang Bangsaku bersama-sama.”

Pada pemberhentian kali ini, Kak Ivo menawarkan bolu dan kue kepada teman-teman Gesit. Semua teman mengambil satu lalu memakan bolu/kue tersebut. Selesai makan, teman-teman Gesit tidak lupa melihat ke lantai untuk memeriksa sepihan makanan yang berceceran. Bila ada yang berceceran, teman-teman Gesit tidak segan-segan untuk membersihkannya, lho. Mereka memang sudah dilatih untuk menjaga kebersihan lingkungan yang ada di sekitar mereka. Hebat, kan.

Selesai makan, Kak Ivo mengajak teman-teman Gesit menuju pusat informasi. Selama perjalan ke pusat informasi, teman-teman Gesit selalu bernyanyi, lho. Pokoknya, mereka selalu terlihat ceria. Sesampainya di pusat informasi, Kak Ivo bertanya “Adik-adik mau apa lagi, nih?” Beberapa teman Gesit menjawab “Mau belanja.” Ooo, iya ya, tujuan teman-teman Gesit mengunjungi Hypermart kan untuk berbelanja. Kak Ivo tersenyum dan memberi ijin teman-teman Gesit untuk berbelanja.

Sebelum berbelanja, teman-teman Gesit berdiskusi barang yang akan mereka beli. Akhirnya, mereka memutuskan untuk membeli buah jeruk, jagung, dan anggur. Mereka juga dilatih untuk berdiskusi, loh, agar mereka menghargai pendapat orang lain.

Setelah itu, teman-teman Gesit menuju kasir untuk melakukan pembayaran dari barang-barang yang mereka beli. Salah seorang teman, membayar belanjaan yang mereka bawa. Dari situ, teman-teman Gesit belajar bahwa jeruk, janggur, dan jagung yang mereka beli harus dibayar dulu supaya bisa mereka nikmati nantinya. Selain itu, teman-teman Gesit pun belajar untuk bersabar bila menginginkan sesuatu.

Selesai membayar, teman-teman Gesit kembali berkumpul untuk berpamitan dan mengucapkan terima kasih kepada Kak Ivo dan kakak-kakak lainnya yang ada di Hypermart. Hebatnya, teman-teman Gesit tetap bersemangat loh, waktu mengucapkan terima kasih, apalagi saat teman-teman Gesit menerima bingkisan dari Kak Ivo, tambah semangat deh.

Eh, sebelum pulang, Dimas, teman saya dari Gesit 2 memberikan bingkisan kepada Kak Ivo sebagai rasa terima kasih karena telah diijinkan berkunjung ke Hypermart. Dimas berkata “Terima kasih, Kakak Ivo.” Kak Ivo menanggapi dengan mengatakan “Sama-sama. Kapan-kapan main ke sini lagi, ya.” Dimas mengiyakan.

Nah, selesai, deh kunjungan hari ini. Sekarang teman-teman Gesit harus kembali ke sekolah. Sampai jumpa di kunjungan selanjutnya.

Oh iya, teman-teman Gesit yang berangkat kunjungan kali ini adalah Khansa, Irvan, Keisha, Shiva, Axa, Bagas, Rita, Babang, Dimas, Puja, Airin, Sami, Fachry, Aveline, Angeline, Sanny, Lia, Maggie, Jafar, Quin, Paul. Kakak-kakak pembimbing yang ikut adalah Kak Ayu, Kak Devie, Kak Pipiet, Kak Pras dan Kak Febi.

Fitri Nurjana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: