Rekomendasi untuk usia 3 – 4 th (pemalu)

Kasus : XYZ yang dikeluhkan pemalu

Rekomendasi :

Menurut pengamatan kami, saat ini ia mau bermain dengan beberapa temannya meskipun belum berinisiatif untuk mengajak bermain. Ia mau terlibat dalam kegiatan meskipun seringkali harus diingatkan untuk menyelesaikan tugas sebelum melakukan aktivitas yang lain. XYZ masih lebih banyak didampingi/dibantu pembimbing dalam menjawab karena seringkali perhatiannya kurang fokus pada kegiatan. Beberapa kali ia terlihat asyik dengan aktivitasnya sendiri (mengamati kegiatan yang sedang berlangsung/ngobrol/melamun). Dalam hal ini orang tua dan pembimbing hendaknya konsisten pada aturan yang telah disepakati.

Pembiasaan harus dimunculkan ketika melakukan kegiatan agar anak dapat melatih kemandirian dan kekonsistenannya, terutama dalam hal mengambil keputusan, tanggung jawab, keberanian bereksplorasi, keberanian berbicara, dan kemampuan untuk mendengarkan. Pembentukan kebiasaan mematuhi aturan main secara sadar dimaksudkan untuk menjadi panutan anak. Kadang-kadang, bahkan seringkali, kita tergoda untuk mengatakan ”jangan/tidak” tanpa mengajak anak berdiskusi mengenai alasan mengapa tidak boleh. Lebih baik jika kita biarkan anak juga mengalami kesalahan-kesalahan sehingga anak bisa belajar dan mencari sendiri kejelasan mengapa ia sebaiknya tidak melakukan perbuatan yang merugikan dirinya.


Berkaitan dengan kemampuan kognitif, XYZ masih memerlukan latihan untuk meningkatkan pemahamannya pada huruf dan angka. Di usia ini anak-anak mulai senang berkompetisi, oleh karena itu keinginan menjadi yang terbaik cukup menonjol. Jika mereka merasa kurang menguasai suatu keterampilan seringkali hal ini membuat mereka menjadi cemas dan menarik diri. Namun di sisi lain ada kebutuhan berteman dan keinginan untuk sama dengan anak-anak yang lain. Di sinilah peran orang tua dan pembimbing menjembatani mereka supaya lebih percaya diri dan mau berlatih agar pengetahuan dan keterampilan mereka semakin berkembang. Tentunya secara tidak langsung hal ini akan meningkatkan harga diri mereka.

Berkaitan dengan kemampuan kognitif, XYZ masih membutuhkan bimbingan untuk melakukan identifikasi, mengklasifikasi, dan melakukan seriasi. Kemampuannya dalam penyelesaian masalah pada dasarnya cukup bagus, asalkan ia mau memperhatikan instruksi dan isi tugasnya. Hanya saja, diharapkan Bapak Ibu menghindari memaksanya segera menguasai ketrampilan berbagai ketrampilan tersebut, terutama jika anak menolak atau tampak tidak mengerti karena penguasaan anak sangat tergantung dengan kesiapannya. Bapak dan Ibu dapat membantu XYZ agar lebih memahami konsep tersebut antara lain :

  • Meningkatkan kesadarannya akan angka dan huruf. Angka dan huruf ada di sekeliling kita, minta ia mencari dan menyebutkannya. Sering-seringlah melakukan permainan memori dengan menggunakan simbol huruf dan angka.
  • Dorong anak untuk memecahkan masalah dengan menjawab pertanyaan “mengapa” yang diajukan anak dengan jawaban “Menurutmu mengapa?”
  • Kenalkan anak mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya hari-hari dalam seminggu, nilai mata uang, jam, dsb.
  • Memberikan anak kesempatan menolong dirinya sendiri. Banyak keterampilan yang seharusnya telah dapat dilakukan sendiri oleh anak menjadi ”terlihat sulit” karena mereka tidak terbiasa, misalnya memakai dan melepas sepatu.

Kemandiriannya dalam belajar dapat dikembangkan dengan mendorongnya lebih terorganisasi. Misalnya menjelang belajar, putuskan apa yang akan dipelajari bersamanya. Kemudian minta ia menyiapkan peralatan yang diperlukan (buku tulis, pensil, dsb) dan penunjang (makanan kecil, air minum, menyalakan kipas angin, dsb). Ia akan lebih fokus jika waktunya tidak dihabiskan untuk mondar-mandir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: