Anak-anak tidak dapat berbagi

Pada dasarnya anak tidak mengerti mengenai konsep kepemilikan. Apa saja yang ada di depannya, apalagi dapat dipegang, akan dikatakan “Punyaku”. Jika benda itu kemudian diambil, ia tidak dapat berpikir benda itu akan dapat kembali disentuhnya. Kalaupun kembali, ia mengira benda tersebut tidak lagi sama.

Selain ketidakmengertian mengenai konsep kepemilikan, anak usia 0 – 6 tahun pada dasarnya sedang berada pada tahap egosentris. Menurutnya semuanya tercipta atau terjadi untuk dirinya. Jika saja ia dapat berbicara lancar maka ia akan berkata “Ini semua untukku, hanya untukku”

Kita tidak dapat mengatakan bahwa ia egois karena ia tidak mengerti bahwa ada orang lain yang harus dipikirkannya. Menurutnya kita semua ada juga untuknya, sama saja dengan semua benda yang dapat dilihat atau disentuhnya.

Hal ini tentu saja akan menyulitkan jika di rumah ada 2 anak atau lebih. Apakah semua benda harus berjumlah 2 atau lebih (jika di sekolahan)? Tentu saja tidak. Angkat mainan atau benda apapun yang diperebutkan sampai pada posisi mereka dapat melihat mata Anda maupun benda tersebut sambil mengatakan “Ini milikku, bukan milik salah satu dari kalian. Kalian hanya boleh meminjamnya tetapi tidak merusakkannya”. Setelah benda tersebut diturunkan kembali maka benda-benda tersebut akan terlihat baru kembali tanpa harus diperebutkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: